Seperti dalam kartu undangan pernikahan/khitanan biasanya tercantum denah dimana acara akan dilangsungkan. Nah, contoh kecil tersebut menunjukan bahwa ruang (space) merupakan informasi yang juga sama penting dengan waktu (time).
Aspek keruangan (spatial) itulah yang menjadi basis informasi utama dalam penyajian berbagai aplikasi GIS tingkat lanjut. Pengenalan membaca arah, denah pada saat kita terlibat Pramuka dulu mungkin bisa dibilang pelajaran pertama kita mengenai aplikasi GIS ini. Pada masyarakat tradisional lain, arah mata angin (utara, selatan, timur, barat) menjadi sangat penting dalam menentukan berbagai aktivitas yang sangat berpengaruh dalam sendi kehidupan mereka. Penentuan lokasi pemukiman, perladangan/kawasan bercocok tanam seringkali ditentukan salah satunya oleh aspek-aspek keruangan tersebut. Jadi pada dasarnya semenjak dulu hingga sekarang, ketika teknologi semakin maju kita telah mempraktekan aplikasi dari sistem informasi keruangan tersebut. Dora the explorer merupakan salah satu tayangan yang sangat saya minati karena banyak hal yang dapat kita ajarkan pada anak-anak mengenai aspek-aspek GIS secara sederhana. Pelajaran Geografi, Ilmu bumi, ilmu ukur tanah dan kartografi, hingga secara khusus yang membahas mengenai Sistem Informasi Geografis saat ini berkembang dengan sangat pesat, mengingat berbagai aspek kehidupan manusia memang tidak bisa dipisahkan dari aspek keruangan. Kita hidup dan mendiami ruang di Bumi ini. Interaksi manusia, alam dan lingkungan tentunya saling terkait erat satu sama lain dan semua itu dihubungkan dengan penggunaan sumberdaya yang sama yakni, ruang.
Sistem Informasi Geografis (Geografis Information System) atau disingkat GIS dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia memang belum terlalu banyak dikenal, terutama oleh kalangan awam. Tapi ternyata, tanpa disadari dalam praktek keseharian pula kita sudah mempraktekan berbagai aplikasi dari GIS tersebut.
